Ceritaku di Kontes Robot Indonesia 2016 (Jilid satu)


Jum’at setengah sembilan pagi diantarkan oleh Umar, teman saya. Setelah sampai di Sedayu Turen dengan menaiki Vega-R miliknya, dilanjut menaiki Bus Jalur Malang-Lumajang. Dengan ongkos 30 ribu sampailah di Lumajang setelah menempuh perjalanan selama 4 jam setengah.

Menanti sejenak datangnya bus selanjutnya, menghabiskan sebatang rokok pendeknya Gudang Garam yaitu GG International. Dilanjutkan menumpang bus patas jurusan Jember kota, ditempuh dengan cepat dengan fasilitas mendengarkan dua musisi jalanan yang saling bergantian memamerkan suaranya dari arah Lumajang menuju perbatasan dengan Kab. Jember. Ongkos bus tersebut pas 15 ribu, diturunkan di Tawang alun Jember.

Dari situ dilanjutkan memilih lin jalur “D” alias jalur kampus, lin adalah sebutan angkot di kota itu. Turun di bundaran antara jalan mastrip dan jalan kalimantan yang mengarah ke gerbang utama kampus Unej Jember. Disitu aku menunggu jemputan teman yang asli berdomisili Jember. Datanglah di Gor Perjuangan ’45 Polije Jember. Teman-teman Tim Robot kampus STMIK Asia sedang menjalankan beberapa test lapangan.

04

Gambar diatas adalah Tim KRPAI Beroda dari kampus mungil di pojok jalan suhat Malang edisi 2016.

Malamnya, masih di tanggal 6 mei 2016 masehi itu aku bermalam tidak depan Gedung Kontes seperti beberapa waktu yang lalu. Lumayan bisa tidur di seberangnya Carrefour Jember, sebut saja “Bandung Permai” yang merupakan bentuk nama dari sebuah hotel.

Paginya, sudah jelas hari sabtu. Hujan datang sejak subuh, dan setelah mengambil sarapan hemat di penginapan tadi bergegaslah menuju tempat kontes robot untuk mengantri tiket kontes. tak lama mengantrinya, kisaran 1 batang rokok dengan merk yang sama dengan kemarin. Dari jam 6.30 s.d 7.30 aku tunggu mulainya kontes dengan memejamkan mata di kursi taman kampus polije.

DSC_0371

Di barat masjid inilah aku menyantaikan diri. terdengarlah suara lomba telah dibuka dengan pertandingan antara tim dari kampusku dan kampus timurnya Jember, yaitu Tim dari Banyuwangi.

 

#Bersambung….

 

Perantara Cinta


Mencintai sesama seperti cara Tuhan mencintai Hambanya.

Dan Tuhan sudah memberikan contohnya, yaitu cinta kedua orang tua kepada kita.

Orang tua, diberi tugas untuk menjadi perantara cinta-Nya.

Bentuk cintanya beliau bagaimana? Tak usah kita ragukan adanya.

Driver Notebook Inforce Cherry 808 XP


Driver Notebook inforce cherry 808 untuk windows XP (support XP sp 3)

1. LAN -> “Realtek gbe fe ethernet pci-e nic drivers windows xp”

kunjungi : LAN Realtek

2. WiFI -> “Realtek wireless lan mini pci express adapter drivers xp”

Kunjungi : WiFi

 3. Sound Card -> “Realtek high definition audio driver xp”

Kunjungi : Sound Card

 4. VGA Intel -> “intel graphic media accelerator xp”

Kunjungi : VGA

5. Chipset Intel -> “intel intel chipset device software xp”

Kunjungi : Chipset

 

Gambar

Mandi Besar


Ojo lali silite dipliyekne lek pas “Mandi Besar”, iku ngunuh yo kudu didusi.
Carane mliyekne yo karo njengking, ngunuh yo iso.

bagi teman-teman yang ingin menerjemahkan secara halus berbahasa indonesia, monggo..!!!

Nulis Lagi


Tulisan ini berisi tentang :

 

“Semoga Allah membimbing kita kepada yang dicintainya di dunia ini dan di akhirat! “

ORANG DIKEJAR-KEJAR AGAR MAU UTANG: GODAAN UANG MUDAH


Oleh Rohman Budijanto, Wartawan Radar Malang

Jum‘at, 29 April 2011

 

Seorang Kiai menasihati seorang pemuda agar segera menikah. Gelagatnya pemuda ini memang sudah tak tahan membujang. “Sudah, nikah saja,” kata sang kiai itu.

“Tapi, Pak Kiai, nanti kalau saya tidak bisa menafkahi bagaimana?” kata pemuda yang memang agak malas bekerja ini.

“Datang saja ke rumah saya,” jawab sang kiai.

Maka kawinlah pemuda ini. Hari-hari pertama enak, tapi lama kelamaan memang dia kesulitan memberi nafkah materi kepada istrinya. Lalu si pemuda bertamu ke rumah sang kiai. Tapi, sang kiai sedang ke luar kota, tak jelas kapan pulangnya. Si pemuda dengan setia menunggu di rumah sang kiai. Hari kedua dia tetap menunggu.

Melihat ada pemuda yang duduk-duduk saja di rumah kiai, pembantu kiai itu bertanya, “Sudah saya bilang Pak Kiai tidakjelas kapan pulangnya, kok tetap di sini. Memangnya ada perlu apa?” tanya pembantu kiai itu.

Lalu diceritakanlah anjuran menikah Pak Kiai lalu dia kesulitan menafkahi istrinya. Pembantu kiai itu pun menukas, “Oalah, daripada sampeyan nunggu di sini dua hari, kenapa tidak bekerja saja. Dua hari pasti dapat uang lumayan.”

Para pembaca, salah satu godaan kontemporer yang berat saat ini adalah iming-iming mendpat “uang mudah”. Dengan segala bujuk rayu, orang digiring menuju angan-angan betapa mudahnya uang masuk kantong kita. Yang melanggar lewat korupsi, melacur, menipu, merampok, atau mencuri. Selain yang jelas-jelas melanggar itu,ada jalan lain lewat iming-iming hadiah, berangan-angan kerja mudah, serta tawaran utang.

Kalau dilihat di sekitar, alangkah banyak iming-iming aneka hadiah  jutaan, bahkan miliaran, atau barang mewah (tentu setelah membeli produk tertentu). Seolah-olah menjadi jutawan atau miliarder itu begitu gampangnya. Lihat ekspresi iklan yang menawarkan hadiah, banyak yang diisi gambar orang lonjak-lonjak, tertawa lebar, mandi uang, atau membanggakan mobil mewah. Padahal, itu tak lebih kemasan dagang. Kemungkinan mendapat hadiah amatlah kecil. Kemungkinan kecil inilah yang dibesar-besarkan.

Tak hanya para pembeli yang diimingi hadiah. Bahkan, kini orang diuber-uber, agar mau utang! Tawaran kredit cepat begitu banyak, mulai dari bank internasional sampai BPR. Alangkah agresif tawaran marketing kartu kredit di mal-mal dan perkantoran. Bahkan, ada yang terus-menerus telepon ke rumah atau HP.

Apalagi ini semua kalau bukan godaan agar utang? Saat kita tanda tangan utang, marketingnya tersenyum. Saat menunggak, yang datang penagih utang yang sangar. Kasus debt collector yang menelan nyawa yang saat ini sedang dibicarakan, apalagi kalau bukan terkait dengan kasus tergoda utang yang berakhir dengan kesulitan membayar?

Kerja keras dan telaten dengan tangan sendiri tak lagi jadi pelajaran pokok dalam hidup. Pelajaran “hemat pangkal kaya” kian terasa klise dan jadul. Mimpi “uang mudah” bisa melupakan, bahwa dia bisa bekerja sendiri dengan sabar, seperti kisah nyata di awal tulisan ini. Padahal, tak kurang-kurangnya Rosululloh SAW mencontohi dan mengajarkan betapa kerja keras dengan keringat sendiri itu dekat kepada taqwa. Kita ingat, ketika Rosululloh SAW menegur keras pemuda yang hanya duduk-duduk di masjid berdo’a, sementara keluarganya keleleran.

Telah banyak manusia yang terjerumus pada nestapa berkepanjangan hanya tergoda “uang mudah” sesaat. Sengsaranya tidak sebanding dengan nikmatnya. Baik itu resiko malu, kehormatan hilang, penjara, ataupun sanksi di akhirat kelak (kita beriman soal ini, bukan?).

Dampak keinginan mendapat uang mudah itu jelas terlihat di sekitar kita. Karena godaan “uang mudah” ini, secara sadar atau tidak sadar kita menggiring anak-anak kita tercinta menuju jalan gemerlap yang bisa menyesatkan. Alangkah antusias orang mendatangi dan berkerumunan di sekitar lomba fashion, audisi, adu nyanyi, dan aneka lomba hiburan lain. Kita sering lihat pengorbanan apapun ditempuh untuk menang.

Kita juga sering lihat ironi, ibu yang berjilbab rapat mengantarkan putrinya lenggak-lenggok berbusana terbuka di panggung audisi. Seolah sang ibu menjaga aurot demi surga, tapi rela anaknya melangkah ke jalan lain. Ini semua demi mengejar mimpi jadi artis panggung yang kelihatannya gampang cari uang (dan terkenal pula). Ya, para penghibur memang sangat dielu-elukan. Dan, alangkah jarang yang mengelu-elukan anak-anak kita yang baru menang lomba matematika, fisika, atau qiro’ah.

Tak hanya penampilan fisik dan aurot yang dijual demi “uang mudah”. Agama sering dijual amat murah demi uang. Untuk berita aktual, dari pengungkapan apa yang disebut sebagai “Kasus NII” agaknya, ujung-ujungnya juga uang. Orang yang “dicuci otak” disuruh menyerahkan uang. Bahkan, seperti diberitakan, membohongi orang tua pun dibolehkan demi mendapat dana.

Ajaran apa ini? Tanpa fatwa pun kita tahu ini haram! Agaknya “kasus NII” ini juga tak lepas dari modus mendapat “uang mudah”. Jangan-jangan “kasus NII” memang semacam organisasi “gendam multilevel” demi cari uang semata.

Alangkah banyaknya nestapa karena “uang mudah” ini. Kita perlu menengok dan mencontoh kata-kata arif yang berusia 1.400 tahun (lebih): Manusia yang terbaik adalah yang paling berguna kepada sesamanya. Kita ingat, itu kata-kata Rosululloh SAW, orang termulia yang menjahit sendiri sandalnya yang jebol.

 

Sumber : di sebuah folder milik guru

Puasa


…Suatu hari Ibrahim Khalilullah (kekasih Allah) diperlihatkan seseorang tengah melakukan maksiat, kejahatan. Ibrahim as berdoa kepada Allah agar Allah membinasakan orang tadi. Tempo lain ia pun diperlihatkan kembali seorang yang lain melakukan kemaksiatan yang berbeda dengan orang pertama. Seperti kasus pertama Ibrahim pun melakukan hal yang sama, berdoa kepada Allah untuk kebinasaan sang pelaku kejahatan. Begitupun pula pada kali yang ketiga ia pun diperlihatkan oleh Allah fragmen lain tentang seseorang yang juga melakukan kemaksiatan dalam wajah yang berbeda. Tetapi lagi-lagi Ibrahim as tergerak dan berdoa untuk kebinasaan si pelaku kejahatan. Akhirnya, Allah pun berfirman; “Kalau seandainya engkau melihat kejahatan dan berdoa agar pelaku kejahatan dibinasakan, lama-lama habislah nanti hamba-hambaKu.”

Tuhan berpuasa. Tuhan menahan diri untuk tidak membinasakan pelaku kejahatan. Memberikan kesempatan kepadanya agar hambanya itu suatu saat berpikir untuk berubah dan menyadari kekeliruan-kekeliruan yang pernah dilakukannya seiring dengan perjalanan waktu.

#copas

Aku copas dari : http://jambanesia.blog.com/ “Posted on 12/07/2013

27 Juni 2012


Semalam Belum sedetikpun memejamkan mata, maklum malam pertama liburan.

Jam 09.12 wib berangkat ke kota Malang dengan gus pud untuk beli kamera saku (pocket kamera), dia terobsesi untuk bisa mempraktekan tentang dua istilah baru yaitu kata ORBS dan fenomena VOERTEX, hehehe…😀

pengen tahu maksud dua kata tersebut? ya cari sendiri di GOOGLE.

Cari kamera saku biar bisa menculik gambar-gambar dari dimensi lain…. !!!

wah wah, terpengaruh sebuah acara TV yang tayang di malam hari.

Kira-kira di gambar bawah ini termasuk dua isttilah tersebut gak ya???

Galeri

Yellow Card album When You’re Through Thinking, Say Yes

This gallery contains 2 photos.


Yellowcard adalah grup band pop punk/ alternative rock yang dibentuk di Jacksonville, Florida pada tahun 1997 dan berbasis di Los Angeles, California sejak tahun 2000. Ini album terbaru mereka : “When You’re Through Thinking, Say Yes” Track listing All lyrics written by Ryan Key, all music composed by Yellowcard. … Baca lebih lanjut