Demo Turunkan SBY di Hari Sumpah Pemuda, Efektifkah?


Demo lagi, lagi-lagi demo….!!! Presiden dari dulu kok didemo? hehe…!!! tadi di kepanjen kab. malang juga ada demo..hehe.. 🙂 knpa yah?

Yups kita simak dulu nieh berita dari sebuah koran elektronik ternama….!!!!

Demo BEMSI 6

Demo Turunkan SBY-Boediono. FOTO: Centroone.com/Jefri Tarigan

Jakarta – Peringatan hari Sumpah Pemuda di Jakarta akan dimeriahkan dengan demo besar-besaran. Demo yang konon akan dilakukan 50 ribu orang akan menuntut SBY-Boediono merealisasikan janji-janjinya.

Sekretariat Jenderal Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) Said Iqbal mengingatkan pemerintah harus berpikir ulang dengan sikapnya lamban dan terkesan-kesan mengulur waktu mensahkan RUU BPJS. Sebab sikapnya tersebut mulai menuai kekcewaan dari berbagai elemen termasuk Komite Aksi Jamninan Sosial.

“Sekitar 50 ribu orang yang bergabung dalam Komite Aksi Jaminan Sosial akan menduduki DPR RI dan Bursa Efek Indonesia, jika RUU BPJS tidak disahkan pada tanggal 28 Oktober 2011,” ujarnya kepada centroone.com di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/10).

Said menuding bahwa pemerintah lewat Menteri Keuangan Agus Martowardojo tanpa alasan yang logis  mengubah konsep waktu pelaksanaan BPJS I dan BPJS II dengan membedakan waktu transformasi. Pemerintah dinilai tidak punya keinginan politik agar RUU BPJS ini bisa disahkan pada 28 Oktober 2011.

“Sikap arogan pemerintah yang diwakili Menteri Keuangan menunjukan adanya agenda terselubung pemerintah dengan memperlambat transformasi BPJS-2 (Tenaga Kerja ) di tahun 2016. Padahal bukankah saat ini pun Jaminan sosial tenaga kerja sudah berjalan. Sehingga tidak alasan logis pemerintah untuk mengundur-undur masa transformasi yang dapat mengakibatkan para pekerja di Indonesia tidak mendapatkan Jaminan sosial yang layak,” tuturnya.

Melihat sikap arogan pemerintah ini, KAJS menyatakan sikap BPJS I dan BPJS II harus berjalan bersamaan Pada 1 Januari 2014 . Selain itu, pengesahkan RUU BPJS  pada tanggal 28 Oktober 2011 menjalankan  SJSN sebagai konsekuensi hukum dikabulkannya Gugatan Warga Negara nomor Perkara  278/PDT.G/PN.JKTPST di PN Jakarta Pusat pada 13 Juli 2011, yang menyatakan Presiden, Wakil Presiden, Ketua DPR RI, dan 8 Menteri terkait telah melakukan perbuatan melawan hukum karena telah lalai tidak melaksanakan UU SJSN No 40 tahun 2004.

“Presiden dan DPR RI harus buktikan Janji Politiknya dan harus Laksanakan kewajibannya memenuhi Jaminan Sosial Bagi Seluruh  rakyat Indonesia. Jika RUU BPJS tidak disahkan maka tidak ada pilihan lain selain: SBY – Budiono harus mundur,” tuntutnya.

Oleh: Ronald Tanamas – Editor: Ana Shofiana S

Kamis, 27 Okt 2011 – 04.50 WIB

Sumber : http://www.centroone.com/news/2011/10/4s/demo-turunkan-sby-di-hari-sumpah-pemuda/

Iklan

Tuntut SBY Turun, Mahasiswa PMII Nyaris Jebol Pagar Kantor Dewan Kepanjen


Kamis, 27 Oktober 2011 14:52:24 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara

Malang (beritajatim.com) – Pagar gedung DPRD Kabupaten Malang nyaris roboh saat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII mendemo kantor wakil rakyat, Kamis (27/10/2011) siang ini. Dalam orasinya, mahasiswa mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakilnya Boediono, turun dari jabatannya karena dianggap gagal dalam memimpin bangsa Indonesia.

“Kami mendesak SBY-Boediono turun dari jabatannya,” ungkap M.Muchlis, salah seorang peserta demo, Kamis (27/10/2011).

Aksi merobohkan pagar gedung DPRD membuat suasana sempat memanas. Pasalnya, puluhan Mahasiswa PMII Kabupaten Malang tersebut, merangsek maju dan mendesak Anggota DPRD setempat, menemui mereka.

“Anggota dewan jangan jadi pengecut. Menemui mahasiswa saja mereka takut. Apalagi menghadapi rakyat,” teriak salah satu pendemo.

Akibat dorongan kuat mahasiswa, aparat keamanan dari Polres Malang yang menjaga pintu masuk sempat kewalahan. Beruntung, kesigapan petugas kepolisian tak membuat mahasiswa berhasil menembus benteng masuk menuju gedung rakyat.

Dalam orasinya, mahasiswa mengecam kepemimpinan SBY-Boediono. Selain membakar sejumlah poster, mahasiswa menuding jika SBY sudah gagal total dalam mengurus bangsa. “Indikasinya jelas. Korupsi makin menggila. Dibawah kepemimpinan SBY, negara Indonesia makin kacau,” tegas Syamsul Arifin, Koordinator Mahasiswa PMII Kabupaten Malang.

Demonstrasi puluhan aktivis PMII terkait peringatan Sumpah Pemuda itu sendiri dimulai dari Masjid Agung Baiturahman Kepanjen. Dari sini, mereka bergerak jalan kaki menuju Kantor Dinpas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) yang jaraknya, hanya 500 meter dari Masjid Agung.

Pada pejabat Dikbud, mahasiswa mendesak agar kualitas pendidikan di Kabupaten Malang diperhatikan dan ditingkatkan. Usai dari Kantor Dikbud, longmarch mahasiswa PMII akhirnya bergerak menuju gedung DPRD Kabupaten Malang. Ratusan aparat kepolisian yang sudah berjaga-jaga sejak pagi, berhasil menahan keinginan mereka untuk masuk kedalam gedung dewan.

Meski perwakilan mahasiswa diperbolehkan masuk, mereka dibuat gigit jari lantaran tidak ada satupun Anggota DPRD yang menemui mereka. Anggota dewan seluruhnya menurut Sekretaris Dewan berada diluar untuk melakukan kunjungan kerja.[yog/but]

sumber : http://www.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2011-10-27/115995