Kemacetan di Kota Malang, Dimana-mana dan kemana-mana.


Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor di Kota Malang berpotensi memunculkan masalah kemacetan yang luar biasa dalam beberapa tahun mendatang. Saat ini, beberapa ruas jalan di Kota Malang kerap terjadi kemacetan dan antisipasi pelebaran tampaknya sulit untuk dilakukan.

Sebagai salah satu kota pendidikan dan kota wisata di Jawa Timur, Kota Malang pada tahun 2015 mendatang, diprediksi akan terancam terjadi kemacetan total. Prediksi tersebut dilihat dari kinerja Pemkot yang sampai kini belum ada upaya perencanaan pembuatan jaringan jalan untuk tahun 2010-2030.

Beberapa ruas jalan yang kerap dilanda kemacetan panjang dana lama sering terjadi di pertigaan lampu merah Jalan Dinoyo, perempatan lampu merah ITN dan pertigaan jembatan Soekarno Hatta. “Kita semua tahu mas, ini kawasan mahasiswa yang datang dari seluruh Indonesia,” kata Ipda Sugeng, personel kepolisan lalu lintas Polres Kota Malang.

lampu merah di perempatan dari jalan soehat ke gerbang UB malang yang belum difungsikan

pada tahun 2010, Ia menjelaskan, simpul-simpul kemacetan itu berada di tiga titik utama. Pertama adalah pertigaan depan kampus UB. Selain banyaknya kendaraan yang memotong jalan untuk masuk ke kampus, volume kendaraan yang masuk dari Jl. Soekarno Hatta juga terus mengalami peningkatan.

perempatan depan pintu gerbang universitas Brawijaya ke jalan Soekarno Hatta Malang

Simpul kemacetan kedua, kata Sugeng, adalah bertemunya arus dari Jl. Gajayana dipertigaan lampu merah jl. MT. Haryono. Lebarnya badan jalan di pertigaan yang tidak mengalami pelebaran dengan tikungan siku yang patah, memperlambat arus kendaraan dan menyebabkan kelumpuhan arus. “Pada situasi seperti ini, ketertiban lalu lintas menjadi solusi utama normalisasi arus,” Jelas Ipda. Sugeng.

Sementara simpul kemacetan yang ketiga adalah depan pasar Dinoyo, yang berdekatan dengan kampus Unisma.

Menurut pria yang memiliki dua orang anak kuliah di UMM dan Unmer ini, padatnya aktifitas pasar yang bertemu dengan hiruk pikuk mahasiswa yang keluar masuk kampus menjadi sebab utama terhambatnya arus lalulinta. “Potensi kemacetan ini, belum lagi jika masing-masing kampus punya kegiatan, seperti wisuda atau perlombaan-perlombaan gitu, Mas” jelasnya.

pedagang pasar dinoyo malang

Berdasarkan pengamatan jurnalberita.com, kepadatan arus lalu lintas di sepanjang MT. Haryono dan Jl. Gajayana mulai menunjukkan perkembangan yang semakin menghawatirkan. Di jam-jam biasa, yakni diluar pukul enam pagi atau empat sore sampai maghrib, kecepatan kendaraan hanya mampu digeber sampai dengan 40 km perjam. Sementara pada jam-jam sibuk, praktis kendaraan hanya bisa berjalan merambat. Jalan mulai lengang saat jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

Pertigaan Dinoyo lampu merah

Berbagai usaha mengurai kemacetan juga sudah digagas sejak lama, seperti usulan pembangunan jalur lingkar barat yang digagas sejak tahun 2006, pembangunan jembatan Tunggulwulung yang terus saja ditunda hingga gagasan membelah kampus UMM untuk membangun jembatan sebagai penghubung jalan alternatif dan masih banyak juga renvana-rencan yang gagal untuk membuat beberapa jalur alternatif di sekitaran titik kemacetan kota malang.

Namun, hingga kini, semua gagasan itu selalu menguap dan tanpa ada tindaklanjutnya. Ironisnya, pembangunan berbagai sarana publik dan properti di sepanjang ruas jalan yang sering mengalami kemacetan semakin dikebut,  seperti pembangunan apartemen di dekat jembatan Sukarno Hatta,  pembangunan pasar Dinoyo menjadi mall, pembangnan Rusunawa Unisma, rumah sakit UB hingga sempat muncul wacana di tahun 2010 lalu untuk membangun apartemen di lahan industri Marmer Dinoyo.

lampu merah depan masjid Sabilillah Blimbing

Memasuki tahun 2011, simpul-simpul kemacetan lainnya. kemacetan juga sering terjadi di pertigaan Masjid Sabilillah Blimbing, dari arah jalan borobudor atau dari arah pasar blimbing menuju ke jalan Jend. Ahmad yani, disitu sering terjadi kemacetan. Kemacetan juga biasa terjadi di perempatan jalan yang memotong antar jalan ciliwung dengan jalan karya timur. Perempatan yang dekat dengan Perlintasan kereta api tersebut rawan mengalami kemacetan, di sekitaran jalan karya timur terdapat banyak toko,warung,dan bengkel di area dekat perlintasan kereta api dari stasiun kota baru menuju stasiun blimbing.

Perempatan yang memotong antara jalan karya timur dengan jalan ciliwung malang

Kemacetan sering terjadi di daerah sekitar terminal-terminal, stasiun atau sekitaran daerah perlintasan kereta api di kota Malang, seperti Gadang, Hamid rusdi,stasiun kota lama dan Arjosari. Namun di sekitar arjosari telah dibangu Flyover untuk mengatasi kemacetan, begitu juga dengan flyover didekat stasiun Kota lama.

Flyover Arjosari

Lain cerita dengan masalah kemacetan di pintu gerbang masuk Kota malang diwilayah selatan alias Gadang.

     

Lalu lalang lalu lintas disekitaran Pasar gadang

Para pengemudi bus, angkutan kota dan pedesaan bersedia menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Hamid Rusdi. Tapi syaratnya Pemkot Malang memperlancar kemacetan lalu lintas di jalan sekitar Pasar Induk Gadang (PIG).

Sejumlah pengemudi bus dan angkutan kota yang ditemui secara terpisah kemarin mengatakan menurunkan dan menaikkan penumpang di sekitar Gadang bukan tanpa alasan. Mereka terpaksa menurunkan penumpang di Gadang dan tak mengakses Terminal Hamid Rusdi karena kemacetan di sekitar PIG yang tak kunjung diurai.

Jika memaksakan membawa penumpang hingga ke terminal yang terletak di Tlogowaru itu, maka pengemudi yang akan menanggung rugi. Yakni kehabisan waktu pemberangkatan.

“Kalau ke terminal, jam tidak nutut karena macet. Kalau terjebak macet, dampaknya pada jam keberangkatan, yakni jam keberangkatan dari terminal habis,” jelas Suyitno, pengemudi bus Bagong, jurusan Malang-Blitar,kepada Malang Post.

Ditambahkan, jika kehabisan jam keberangkatan dari terminal, maka bus bisa saja tidak berangkat dan harus lama menunggu karena parkir. Suyitno mengatakan, waktu pemberangkatan dari terminal pada setiap dua menit. Sedangkan lamanya terjebak kemacetan di PIG saat menuju Terminal Hamid Rusdi bisa mencapai 15 menit.

“Jadi lebih lama terkena macet ketimbang jam pemberangkatan,” terangnya.

Ia bersedia saja jika semua bus dan angkutan diarahkan untuk masuk ke Terminal Hamid Rusdi. Tapi sayaratnya, kemacetan di sekitar PIG harus diurai sehingga arus lalu lintas lancar.

Hal senada juga diungkapkan Heri, pengemudi Bus Santoso, jurusan Malang-Dampit-Lumajang. Heri mengakui sebenarnya bersedia menaikan dan menurunkan penumpang di Terminal Hamid Rusdi.

“Asalkan semua bus dan angkutan masuk terminal. Selain itu kemacetan di sekitar Pasar Gadang harus diatasi,” katanya.

Para pengemudi mengakui Terminal Hamid Rusdi sebenarnya lebih nyaman dan bagus.

“Tapi sayang, menuju terminal sulit karena terhambat macet dan aktifitas pedagang Pasar Gadang,” terang pengemudi lainnya.

Sementara itu Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang, Bambang Triyoso mengingatkan Pemkot Malang memaksimalkan fungsi Terminal Hamid Rusdi.

“Sebab akan sia-sia anggaran yang sudah digunakan untuk bangun terminal. Selain itu target pendapatan dari terminal juga tidak optimal,” katanya.

Alasan lain tambah politisi PKS ini, penumpang dan kru bus lebih nyaman saat menaikan dan menurunkan penumpang di Terminal Hamid Rusdi.

Lain cerita lagi , kalau kemacetan di kota Malang disebabkan oleh banyaknya Proyek galian di Kota Malang yang seperti tidak pernah selesai, selalu saja dijumpai ada galian yang sedang dikerjakan. Padahal banyak badan jalan yang cukup sempit dan dilalui oleh kendaraan dari dua arah, lubang galian yang masih menganga cukup mengganggu arus lalu lintas yang semakin padat.

Prediksi tersebut disampaikan Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang, Harnen Sulistyo, Selasa (21/9/2010), saat dihubungi beritajatim.com via telepon. Menurutnya, dari tahun ke tahun jalanan di kota sudah banyak terjadi kemacetan.

”Sampai kini, Pemkot Malang belum melakukan pembenahan baik secara fisik jalan maupun arah arus lalu lintas. Saya prediksikan tahun 2015 kendaraan di Kota Malang akan sulit bergerak,”  jelasnya.

Menurut Harnen, sekitar tahun 1997 hingga 2010 ini, dirinya dan beberapa mahasiswa di Universitas Brawijaya, terus melakukan penelitian dan menunjukkan jika pada tahun 2010 kemacetan di Kota Malang akan bertambah parah.

“Hasil penelitian ini sudah mulai terbukti kebenarannya. Dan sampai kini, kemacetan itu belum direncanakan solusinya oleh pihak terkait,” kata pakar lalulintas asal Malang ini. Seharusnya jelas dia, Pemkot Malang sudah mulai dulu membuat perencanaan jaringan jalan untuk tahun 2010-2030.

Hal itu dilakukan agar prediksi macet total d tahun 2015 tidak terjadi. Dan itu bisa diprioritaskan sebelum terlambat. Seharusnya, sudah memprioritaskan untuk memperbaiki kondisi persimpangan di Kota Malang, karena sekitar 8 Persimpangan kondisi lalu lintasnya selalu macet.

“Beberapa persmpangan seperti di Stasiun Kota Baru, jalan Ciliwung dan Jalan Ahmad Yani, seharusnya ada perbaikan oleh Dinas pekerjaan Umum. Karena kondisnya, sudah melebihi kapasitas,” tegasnya.

Pakar lalulintas itu berharap, pihak legislatif sebagai memegang kunci untuk masalah anggaran, seharusnya anggota DPRD mulai memikirkan hal ini. Harus mendukung perbaikan kondisi lalu lintas di Kota Malang.

Lebih lanjut Harnen Sulistyo mengatakan, terkait keberadaan forum lalu lintas di Kota Malang juga harus lebih dioptimalkan kinerjanya. Karena di forum itu semua elemen bergabung, mulai Polisi, Pemkot dan juga Akademisi.

Sementara itu, menanggapi prediski akan terjadi kemacetan total di Kota Malang itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Muhammad Yusuf berjanji, akan bekerja dengan maksimal agar kemacetan total di Kota Malang di tahun 2015 tidak terjadi dan minimal bisa dihindari.

“Kita sudah mulai merancang manajemen rekayasa lalu lintas untuk dijalur yang terfolong macet. Dalam jangka dekat, kami akan membicarakan hal tersebut agar ada perencanaan mengantisipasi prediksi kemacetan itu,” jelasnya saat ditemui di kantornya.

Dikelola dari berbagai sumber :

– http://jurnalberita.com/2011/03/kemacetan-di-kota-malang-perlu-penanganan-serius/

–  www.surya.co.id, malang-post.comwww, jawapos.co.id, dan http://www.antarajatim.com.

–  http://ksupointer.com/potensi-kemacetan-kota-malang – http://www.beritajatim.com/detailnews.php/6/Ekonomi/2010-09-21/78162/Tahun_2015,_Kota_Malang_Terancam_Macet_Total

– http://www.mediaindonesia.com/read/2010/09/21/169809/125/101/Kemacetan-Total-Bayangi-Kota-Malang

Iklan