Sudah 48 rider meninggal dalam Ajang Moto GP,Norifumi Abe dalam pengecualian


Setelah Simoncelli, Berikut daftar 48 rider yang meninggal selama gelaran motoGP sejak tahun 1949.

  1. 1949 Ben Drinkwater (GBR) GP Isle of Man
  2. 1950 David Whitworth (GBR) GP Spa Francorchamps
  3. 1951 Dario Ambrosini (ITA) GP Albi
  4. 1951 Gianni Leoni (ITA) Ulster GP
  5. 1951 Sante Geminiani (ITA) Ulster GP
  6. 1952 Dave Bennett (GBR) GP Bern
  7. 1953 Leslie Graham (GBR) GP Isle of Man
  8. 1954 Rupert Hollaus (AUT) GP Monza Practice
  9. 1954 Dennis Lashmar (GBR) GP Solitude
  10. 1956 Derek Ennett (GBR) Ulster GP
  11. 1957 Charlie Salt (GBR) GP Isle of Man
  12. 1957 Roberto Colombo (ITA) GP Spa Francorchamps
  13. 1960 Bob Brown (AUS) GP Solitude
  14. 1960 Peter Febrache (GBR) GP Assen
  15. 1961 Ron Miles (AUS) GP Dundrod
  16. 1963 Marcellin Herranz (FRA) GP Charade
  17. 1964 Vernon Cottle (GBR) GP Imatra
  18. 1965 Ramón Torras (SPA) GP Barcelona
  19. 1969 Bill Ivy (GBR) GP Sachsenring
  20. 1970 Robin Fitton (GBR) GP Nürburgring
  21. 1971 Christian Ravel (FRA) GP Spa Francorchamps
  22. 1971 Angelo Bergamonti (ITA) GP Riccione
  23. 1971 Günter Bartusch (GDR) GP Sachsenring
  24. 1973 Renzo Pasolini (ITA) GP Monza
  25. 1973 Jarno Saarinen (FIN) GP Monza
  26. 1974 Billie Nelson (GBR) GP Opatija
  27. 1975 Rolf Thiele (BRD) GP Assen
  28. 1976 Otello Buscherini (ITA) GP Mugello
  29. 1976 Paolo Tordi (ITA) GP Mugello
  30. 1977 Ulrich Graf (SUI) GP Opatija
  31. 1977 Giovanni Zigiotto (ITA) GP Opatija
  32. 1977 Hans Stadelmann (SUI) GP Salzburgring
  33. 1977 Piers Forester (GBR) Brands Hatch Powerbike International
  34. 1980 Patrick Pons (FRA) GP Silverstone
  35. 1981 Michel Rougerie (FRA) GP Yugoslavia
  36. 1981 Sauro Pazzaglia (ITA) GP Imola
  37. 1981 Alain Beraud (FRA) GP Brno
  38. 1983 Michel Frutschi (SUI) GP Le Mans
  39. 1983 Rolf Rüttimann (SUI) GP Rijeka
  40. 1983 Norman Brown (NIR) GP Silverstone
  41. 1983 Peter Huber (SUI) GP Silverstone
  42. 1984 Kevin Wrettom (ENG) GP Spa-Francorchamps
  43. 1989 Iván Palazzese (VEN) GP Hockenheim (2January 1962 – 28 May  1989)
  44. 1993 Nobuyuki Wakai (JPN) GP Jeréz (25 July 1967 – 1 May 1993)
  45. 2003 Daijiro Kato (JPN) GP Suzuka (4 July 1976 – 20 April  2003)
  46. 2010 Shoya Tomizawa (JPN) GP Misano, Moto2 (10Dec 1990 – 5 Sept 2010)
  47. 2010 Peter Lenz (USA) GP Indianapolis, 125 cc (30 May 1997 – 29 August 2010)
  48. 2011 Marco Simoncelli (ITA) GP Sepang,800cc (20 Jan 1987 – 23 Oct 2011 )

Ada satu pembalap Motogp yang meninggal dunia tapi tidak di lintasan, yaitu Norifumi Abe atau yang kerap disapa dengan Norick Abe. Bagi kita, bagi banyak orang, Norifumi Abe bukan sekadar nama. Dia mewakili perasaan kita pada gelora jiwa muda dan kecintaan akan balap.Yap. Pembalap maupun penikmat balapan, sangat mengenal siapa Norifumi Abe. Jauh sebelum anda mengidolkan Rossi, anda punya Abe. Jauh setelah kita lupa akan ada Biaggi, kita masih sayang Abe. Lama berselang mendiang Dajiro Kato yang tampan dan kencang, kita masih punya putra mahkota balap motor Jepang yang gagah dan pemurah, Norick Abe.

Terakhir saya melihatnya di tanyangan salah satu TV kabel, saat beliau sangat konsen pada balapan Supersport All Japan Champs yang melibatkan sejumlah pembalap dalam kecelakaan. Di sana, ia tetap gagah meski dengan rambut yang lebih rapi.

Abe memang mewakili kecintaan kita pada jiwa muda dan balap. Di MotoGP anda mengenalnya dengan rambut panjang yang dibiarkan berurai. Gaya balapnya sedikit berbeda dengan pembalap lain karena lebih tinggi dari rata-rata pembalap lain. Juga keberaniannya fight pada saat-saat kritis.

Saya mengenangnya ketika pada salah satu seri balap MotoGP di Suzuka, ia jauh meninggalkan Doohan. Padahal saat itu siapa yang tak mengenal Doohan yang sedang begitu dominan. Saya tak sempat menonton balapan ini hingga berakhir. Yang saya tahu belakangan, Abe crash 3 lap sebelum finish. Tetap saja ia menunjukkan potensi yang luar biasa dari seorang pembalap muda Jepang yang saat itu belum banyak dikenal dunia.

Beberapa tahun kemudian, era Doohan berlalu. Alex Creville dan Kenny Robert JR menggila, disusul Rossi. Di balik bayang-bayang ketiganya, ada Biaggi sang raja 250cc. Namun bukan cuma mereka bintang di MotoGP/500cc, masih ada Abe San. Sesekali ia begitu fight menaklukkan rival-rival yang berada di tim-tim yang lebih besar milik pabrikan. Saya sering sedih, mengapa Abe makin lama makin lemah dan tak berprestasi? Jawabannya dari Abe sendiri, “Sangat sulit bersaing dengan motor pas-pasan.”

Dua hari lalu, Girifumi, “adiknya” menelpon. Norick Abe kecelakaan di Kawasaki. Kompas melaporkan kecelakaan akibat menabrak truk yang mutar arah tiba-tiba secara illegal. Setelah itu berita sambut-menyambut di TV, koran, dan internet. Semua menunjukkan betapa besar kehilangan kita akan Abe.

Di akhir kariernya, dia tetap the real “Norifumi” yang kita kenal. Manusia mati meninggalkan “nama”. Abe telah membesarkan balapan, dunia yang dicintainya, yang membuatnya lebih besar dari balapan itu sendiri…

R.I.P my Racer!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s